Best View with Mozila Firefox

Friday, 12 June 2009

Strategi Pemasaran

Kali ini saya akan menulis tentang strategi pemasaran, makalah ini saya buat dengan referensi dari berbagai sumber di Intenet. Strategi pemasaran sangat penting dilakukan guna untuk mencapai hasil akhir yang maximal dari suatu usaha. Tidak memandang dalam bidang apa usaha anda, semua harus mempunyai strategi yang jelas. Bagi anda calon pengusaha mungkin artikel ini bermanfaat. Untuk lebih lengkapnya tentang Strategi Pemasaran secara umum anda dapat membaca postingan di bawah ini.

BAB I
PENDAHULUAN

Pemasaran sangat erat hubungannya dan merupakan sebuah bagian yang tak terpisahkan dari penjualan, baik itu berupa barang maupun jasa. Dengan menggunakan strategi pemasaran yang tepat, akan banyak menarik minat konsumen yang kita bidik sebagai pangsa pasar dari produk yang kita tawarkan. Kalaupun produk yang kita tawarkan ternyata hanya dilirik tanpa satupun terjual, mungkin karena penerapan strategi pemasaran yang keliru atau kurang tepat, bisa juga karena kita menawarkan barang atau jasa kepada orang atau perusahaan yang kurang tepat. Bisa juga orang masih ragu dengan kehadiran produk baru kita, sehingga mereka pada saat pertama hanya tertarik untuk melihat-lihat sekaligus untuk membandingkan produk sejenis dari produsen lain. Barang atau jasa yang baru masuk kedalam pasar, tentu akan menempati kelas menengah kebawah jika dibandingkan dengan produk sejenis yang telah menguasai pasar lebih dulu.
Jika kita menginginkan produk yang kita tawarkan menempati kelas atas dan banyak diminati oleh konsumen, maka beberapa usaha yang terkait dengan strategi pemasaran harus kita terapkan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tersebut. Karena dengan banyaknya produk kita yang laku, maka dengan otomatis jumlah keuntungan yang kita dapatkan juga akan berlipat ganda.

Di sebuah sekolah ekonomi, pasti banyak sekali dibahas tentang strategi pemasaran yang ditinjau dari banyak aspek dan mungkin justru akan membingungkan bagi seorang pengusaha yang hanya memahami dunia pemasaran atau penjualan secara otodidak tanpa pernah bersentuhan dengan buku-buku atau pembahasan-pembahasan secara lisan yang berhubungan dengan strategi pemasaran. Tetapi jangan salah sangka terlebih dahulu, para pengusaha yang merintis usaha dan menjadi besar secara otodidak tersebut, belum tentu kalah jika dibandingkan dengan lulusan-lulusan sekolah ekonomi dengan walaupun dengan yang lulus nilai cumlaude sekalipun.
Para pengusaha otodidak ini, biasanya memang lahir dari sebuah usaha tingkat kecil dimana mereka diharuskan untuk membesarkan yang semula kecil sehingga dapar mempertahankan hidup. Cara untuk dapat mempertahankan hidup, tentu saja slah satunya adalah terpenuhinya kebutuhan hidup. Dengan sebuah kondisi yang setengah terpaksa atau dipaksa, biasanya sering muncul ide-ide baru yang segar untuk menerobos pasar dan tak jarang pada akhirnya menjadi sebuah panutan atau teladan bagi pengusaha lain baik yang otodidak maupun yang telah banyak belajar strategi pemasaran dari bangku sekolah ekonomi yang mereka tempuh.
Pepatah lama mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Dan sampai saat ini, saya belum pernah mendengar sebuah pepatah yang mengatakan jika sekolah adalah guru terbaik. Di bangku sekolah, terlalu banyak teori-teori yang menurut saya tidak praktis jika diterapkan pada kehidupan yang pada kenyataannya mempunyai masalah-masalah yang lebih komplek daripada teori-teori yang diajarkan.
Para pengusaha baik yang terlahir secara otodidak ataupun terlahir dari bangku-bangku sekolah ekonomi favorit, pada akhirnya harus bersaing untuk menemukan sebuah strategi pemasaran yang bagus dan tepat untuk mengatasi persaingan yang terjadi didalam pasar. Apabila memang tidak atau belum mampu untuk menemukan strategi pemasaran yang baru, maka mereka diharuskan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang sudah ada sehingga berbeda dengan strategi pemasaran yang digunakan oleh para pesaingnya. Berbeda yang saya maksud, tentunya bukan berbeda yang sifatnya aneh, nyleneh atau menyimpang, tetapi mengembangkan menjadi lebih baik dan pada akhirnya akan mengundang konsumen untuk melirik produk yang kita tawarkan daripada produk yang ditawarkan pesaing.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PASAR
Dalam pengertian yang sederhana atau sempit pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu.
Definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya.
Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi.
1. Macam-Macam Pasar :
a. Pasar konsumen : kelompok pembeli untuk konsumsi sendiri
b. Pasar produsen : kelompok pembeli untuk diproses
c. Pasar penjual atau pedagang : kelompok pembeli untuk dijual kembali
d. Pasar pemerintah : kelompok pembeli yang terdiri dari kelompok-kelompok pemerintah
e. Pasar internasional : kelompok pembeli yang terdiri atas banyak negara

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Membeli :
a. Kebudayaan
b. Kelompok referensi
c. Keluarga
d. Kelas sosial
e. Pengalaman
f. Kepribadian
g. Sikap dan kepercayaan
h. Konsep diri

3. Macam-Macam Situasi Pembelian :
a. Perilaku responsi rutin
b. Penyelesaian masalah terbatas
c. Penyelesaian masalah ekstensif

4. Struktur Keputusan Membeli :
a. Keputusan tentang jenis produk
b. Keputusan tentang merek
c. Keputusan tentang penjual
d. Keputusan tentang jumlah produk
e. Keputusan tentang waktu pembelian
f. Keputusan tentang cara pembayaran

5. Tahap-Tahap Keputusan Membeli :
a. Menganalisa kebutuhan dan keinginan
b. Menilai sumber-sumber
c. Menentap tujuan pembelian

B. STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran adalah pendekatan unit bisnis untuk mencapai tujuan perusahaan atau mencakup keputusan pokok target pasar, penempatan produk, bauran pemasaran dan biaya yang diperlukan.

1. Penentuan Strategi :
a. Konsumen yang akan dituju
b. Kepuasan yang diinginkan
c. Marketing mix yang dipakai

2. Elemen Strategi Pemasaran :
a. Segmentasi pasar : merupakan dasar untuk mengetahui bahwa setiap pasar terdiri dari segmen yang berbeda.
Proses segmentasi dimulai dari penentuan pasar. Kemudian pasar dipandang berdasarkan kebutuhan atau preferensi konsumen, perilaku pembelian, karakteristik bisnis maupun manusia, atau berbasis situasi penggunaan. Masing-masing basis pandangan mempertimbangkan tanggapan konsumen terhadap perbedaan, mampu diidentifikasikan, dapat dilaksanakan, efektif dan efisien, serta stabil setiap waktu. Kemudian aktifitas pemilihan segmen pun dilaksanakan yang terikat erat elemen kematangan pasar, struktur persaingan, dan pengalaman bisnis. Pendek kata berlangsung proses identifikasi, pembentukan, penguraian, dan evaluasi segmen. Aktifitas-aktifitas tersebut, terjadi setelah kehadiran pasar seperti memotong kue tar, kue tarnya tentu saja ada atau akan kita adakan untuk keberhasilan bisnis yang diinginkan.

b. Penentuan posisi pasar : terdiri atas konsentrasi segmen tunggal dan konsentrasi segmen berganda.
positioning adalah segala upaya untuk mendesain
produk dan merek kita agar dapat menempati sebuah posisi
yang unik dibenak pelanggan. Hasil akhir positioning adalah
terciptanya proposisi nilai yang pas, yang menjadi alasan bagi
pelanggan untuk membeli. Dengan kata lain bahwa positioning adalah
tindakan merancang produk dan bauran pemasarannya agar
tercipta kesan tertentu pada ingatan atau benak konsumen.
Beberapa contoh menarik dari positioning adalah sebagai
berikut:
• Kijang mengatakan bahwa positioningnya adalah mobil keluarga,
maka sesungguhnya ia sedang membangun kepercayaan kepada
setiap pelanggan bahwa Kijang memang betul-betul mobil
keluarga. Untuk itu setiap mobil Kijang yang dilahirkan haruslah
selalu mengacu pada mobil keluarga, dengan memiliki tempat
duduk yang longgar, dan nyaman.
• Lifebuoy mengatakan sebagai sabun kesehatan, maka artinya ia
sedang membangun kepercayaan kepada setiap pelanggan
bahwa sabun tersebut memang benar-benar untuk kesehatan.
Untuk membangun kepercayaan tersebut Lifebuoy akan tetap
setia dengan posisi yang dinyatakannya.
• Majalah Tempo menyatakan enak dibaca dan perlu, maka artinya
ia sedang membangun kepercayaan kepada setiap pelanggan
bahwa majalah Tempo memang perlu dibaca karena beritanya
yang selalu aktual dengan menggunakan bahasa yang enak
dibaca karena tidak terlalu menggunakan bahasa yang formal
• Sampoerno hijau memposisikan dirinya sebagai rokok komunitas
masyarakat kelas bawah. Untuk itu dalam mengkomunikasikan
produknya model yang digunakan adalah sekelompok orang
kebanyakan, dengan nuansa gotong royong dan kebersamaan
yang merupakan gambaran masyarakat kebanyakan
Contoh-contoh tersebut diatas adalah positioning sebuah
produk barang. Pada dasarnya kegiatan positioning juga diberlakukan
untuk produk yang berupa jasa. Perhatikan beberapa positioning
berikut ;
• Malaysia is truly Asia. Dalam hal ini Malaysia ingin membangun
kesan dibenak wisatawan bahwa segala apa yang ada di Asia,
terdapat di Malaysia, dengan maksud dengan datang ke Malaysia
akan mendapatkan apa saja yang ada di Asia. Positioning ini
tentunya harus disosialikan dan dipahami benar oleh segala
lapisan masyarakatnya untuk dilaksanakan secara konsisten.
Dengan cara ini maka pada benak konsumen akan benar
mengakui bahwa Malaysia is truly Asia.
• Thailand, tourism haven of far east. Dalam hal ini Thailand lebih
fokus terhadap positioning pariwisatanya dengan menyatakan
bahwa Thailand adalah surganya pariwisata di Timur Jauh.
• The safest way to travel by taxi, yang dinyatakan oleh Blue bird.
Lain halnya dengan taxi Blue bird yang dengan nyata
memposisikan pada benak konsumen bahwa jaminan taxi yang
aman adalah dengan memilih Blue bird. Untuk mencapai posisi
tersebut pada benak konsumen maka seluruh warga Blue bird
baik manajemen dan operasionalnya harus konsisten dengan
janjinya.
Gambaran tersebut di atas adalah upaya merebut
kepercayaan dan kredibilitas pelanggan. Dengan demikian harus
dipahami bahwa positioning pada hakekatnya merupakan sebuah
janji yang dibuat perusahaan kepada pelangannya. Janji ini harus
ditepati. Kemampuan prusahaan untuk memenuhi janjinya merupakan
bagaian yang sangat penting dari strategi perusahaan. Oleh sebab
itu penentuan positioning yang tepat merupakan hal yang krusial dan
memerlukan persiapan yang panjang. Penempatan produk pada
pasarnya bukanlah sekedar janji dan slogan semata.
c. Strategi memasuki pasar : terdiri atas membeli perusahaan lain, berkembang sendiri, atau kerjasama.
d. Strategi marketing mix adalah kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu produk, harga, promosi dan saluran distribusi.
• Premium Pricing, yaitu suatu product yang mempunyai kualitas tinggi dicharge pricenya juga tinggi. Dan ini biasanya mempunyai segmentasi sendiri.
• Penetration Pricing, yaitu suatu product yang mempunyai kualitas tinggi diberi harga yang rendah. Hal ini bertujuan untuk penetrasi pasar, dalam artian konsumen yang sebelumnya setia dengan suatu product yang biasa-biasa saja mutunya, namun dibanderol dengan harga tinggi akan berpikir kembali dan mempertimbangkan product lain yang baru masuk yang mempunyai kualitas cukup baik namun dengan harga yang lebih murah.
• Skimming Pricing, yaitu suatu product yang mempunyai kualitas rendah dijual dengan harga tinggi karena kurangnya kompetitor, jadi konsumen didikte oleh produsen dan konsumen tidak berdaya. Penyebab lain adalah karena konsumen tidak mengerti betul akan product tersebut.
• Economy Pricing, nah ini banyak terjadi yaitu product yang dijual memang mutunya rendah… dan harganya pun rendah. Biasanya ini digunakan untuk menjual kepada konsumen dengan segmentasi tertentu.
e. Strategi penentuan waktu adalah tindakan untuk memasarkan produk dengan memperhatikan waktu yang tepat dalam menawarkan produk.
Sebagai contoh di setiap tahun ajaran baru banyak permintaan segala macam kebutuhan sekolah karena tuntutan waktu, maka kita sebagai produsen harus dapat mempersiapkan barang yang sesuai dengan permintaan konsumen. Dalam hal ini berarti kita dapat meningkatkan jumlah produksi karena adanya permintaan yang meningkat, dan begitu juga sebaliknya.


blog comments powered by Disqus